Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang
Saya tidak merasa bisa memahami puisi. Saat ada yang merekomendasikan buku kumpulan puisi, saya cenderung skip . Sempat sih, beberapa kali mencoba, tapi lalu mengabaikan setelah beberapa halaman. Saat Butet ujian nasional bahasa Prancis dan meminta saya ikut membaca bahannya pun, saya memintanya memilah puisi yang ingin dia bahas saja. Tak semuanya. Namun, saat mencari buku Rintik Sedu di iPusnas dan menemukan kumpulan puisi Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang , saya tertarik membacanya. Dialog Dua Karakter Ketertarikan saya akan buku ini, tentu tak lepas dari kolaborasinya dengan sang Maestro, Sapardi Djoko Damono . Puisi dalam buku ini merupakan dialog antara kedua penulis. Ya, kedua penulis. Dalam puisi pertama jelas disebutkan nama Nadhifa Allya Tsana, nama asli dari Rintik Sedu. Namun tak disebutkan apakah karakter kedua adalah Eyang Sapardi. Puisi-puisi dalam buku ini dibagi menjadi 3 bagian: - "Ketukan Pintu" membuka buku dengan semacam perkenalan. Menyiapkan pembaca m...