Postingan

Kalau Bimo Jadi Pangeran Diponegoro

Gambar
Saat membuka iPusnas selumbari, saya melihat ada rubrik baru di ePustaka. Euh, mungkin tidak baru. Hanya saya baru melihatnya: Komik Naskah Nusantara.  Saya sudah sempat melihat informasi mengenai proyek pengalihwahanaan koleksi naskah kuno Perpustakaan Nasional Republik Indonesia saat akhirnya berkesempatan berkunjung ke sana Agustus lalu. Tak disangka saya bisa melihatnya di iPusnas secepat ini. Atau lambat? Heu.... Dari buku yang tersedia, saya tertarik mencoba membaca salah satunya: Kalau Bimo Jadi Pangeran Diponegoro yang ditulis dan diilustrasi oleh  Anindita Putri . Bimo dan Kereta Emas Bimo diajak Nenek berkunjung ke Museum Keraton Yogyakarta. Dia senang sekali. Gedungnya seperti istana dalam film, ada foto-foto dan benda-benda dari zaman dahulu, lalu ada pemandu museum yang menceritakan sejarah. Dan di sana ada kereta berwarna emas yang terlihat sangat mewah. Bimo sangat mengagumi kereta emas itu. Dia berdiam terpaku memandanginya, sampai-sampai tak sadar bahwa Nenek...

Larutan Senja — Ratih Kumala

Gambar
Ratih Kumala adalah salah satu penulis Indonesia favorit saya. Betul, sejak Gadis Kretek . Tapi bukan karena serialnya. Saya sudah membaca novelnya di iPusnas sebelum terdengar berita tentang adaptasinya di Netflix. Saat pulang kampung Agustus kemarin, saya sudah berencana ingin membeli novel terbarunya, Koloni . Eh, kok ya terlewat. Karenanya, saya sangat senang bisa meminjam Larutan Senja di iPusnas. Rasanya dulu sulit sekali untuk mendapatkannya karena panjang antriannya. Kumpulan Cerpen Larutan Senja merupakan kumpulan cerpen. Ada 14 cerpen dengan tema yang cukup beragam di dalamnya: dari permasalahan sosial hingga keyakinan, termasuk hal-hal surealis dan magis.  Di antara cerpen-cerpen tersebut, dua di antaranya sudah sempat diterbitkan dalam antologi yang berbeda.  Cerpen "Larutan Senja" yang diambil sebagai judul kumcer ini sudah masuk dalam antologi Bidadari Sigar Rasa yang terbit pada tahun 2005. Cerpen "Pada Sebuah Gang Buntu" dimuat dalam antologi Ma...

Even if this Love Disappears from the World Tonight ― Misaki Ichijo

Gambar
Buku Even if this Love Disappears from the World Tonight ini dibeli Butet sejak Februari. Tak lama sesudah menonton film adaptasi Korea-nya yang berjudul hampir sama,  Even if this Love Dissappears Tonight ,  di Netflix. Dia jadi penasaran dengan buku karya Misaki Ichijo yang menginspirasinya. Saya juga! Hehehe. Amnesia Anterograde Menceritakan tentang Toru yang ditantang kawan-kawannya untuk meminta Maori menjadi pacarnya. Tak disangka, siswi populer di sekolahnya itu menerimanya. Dengan syarat: tidak boleh berbincang sebelum jam sekolah berakhir, kalau berbincang tak boleh bertele-tele, dan tak boleh benar-benar jatuh cinta padanya. Mulanya Toru tak paham. Namun kemudian Maori mengaku bahwa dia menderita amnesia anterograde: dia tak bisa mengingat apapun yang terjadi setelah kecelakaan yang menimpanya di musim panas sebelumnya. Setiap kali tidur, dia melupakan semuanya  pada waktu terbangun . Memorinya terhenti hingga saat sebelum kecelakaan. Hanya orang tua Maori, sa...

Vermilion Rain

Gambar
Entah sejak kapan saya mengantri Vermilion Rain . Dan entah mengapa, saya sudah lupa. Baru tersadar saat melihat buku ini di daftar antrian iPusnas saya. Genre novel ini adalah thriller . Bukan genre yang biasa saya baca. Namun, karena sudah jatuh hati pada Teori Tawa dan Cara-cara Melucu Lainnya , saya jelas ingin membaca karya-karya  Kai Elian yang lain. Dan kebetulan, hanya buku ini yang ada di iPusnas. Dan kebetulan juga, buku ini pas tersedia seusai saya membaca Teori Tawa . Misi Penyelamatan Bercerita tentang Asa yang diajak oleh sahabatnya Elang ke Desa Bokudi yang terletak di lereng Gunung Morui, di sebuah pulau kecil tak bernama di wilayah Timur (hal. 19).  Elang yang merupakan seorang pakar klimatologi membutuhkan bantuan  Asa yang ahli meteorologi untuk menyelamatkan masyarakat yang tinggal di desa terpencil itu. Sudah 90 hari hujan turun tanpa henti. Elang khawatir, jika terus berlanjut, lereng gunung akan longsor dan mengubur desa. Selain mereka berdua, ada ...

Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang

Gambar
Saya tidak merasa bisa memahami puisi. Saat ada yang merekomendasikan buku kumpulan puisi, saya cenderung skip . Sempat sih, beberapa kali mencoba, tapi lalu mengabaikan setelah beberapa halaman. Saat Butet ujian nasional bahasa Prancis dan meminta saya ikut membaca bahannya pun, saya memintanya memilah puisi yang ingin dia bahas saja. Tak semuanya. Namun, saat mencari buku Rintik Sedu di iPusnas dan menemukan kumpulan puisi  Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang , saya tertarik membacanya. Dialog Dua Karakter Ketertarikan saya akan buku ini, tentu tak lepas dari kolaborasinya dengan sang Maestro, Sapardi Djoko Damono . Puisi dalam buku ini merupakan dialog antara kedua penulis. Ya, kedua penulis. Dalam puisi pertama jelas disebutkan nama Nadhifa Allya Tsana, nama asli dari Rintik Sedu. Namun tak disebutkan apakah karakter kedua adalah Eyang Sapardi. Puisi-puisi dalam buku ini dibagi menjadi 3 bagian:  - "Ketukan Pintu" membuka buku dengan semacam perkenalan. Menyiapkan pembaca m...