The Healing Season of Pottery — Yeon Somin
Saya meminjam The Healing Season of Pottery tanpa mengantri. Saat iseng browsing, pas kebetulan tersedia, langsung saya sambar saja. Beruntung? Ya, memang beruntung sih, secara saya masih mengantri 3 buku lain di DLKL saat itu.
Cuma, saya pribadi sedang merasa agak jenuh membaca buku-buku manis penuh pesan pengembangan diri. Apalagi ini bertema tembikar. Eh?
Studio Tembikar
Bercerita tentang Yu Jungmin yang sudah sekian waktu mengurung diri di kamar kontrakannya. Sebelumnya, dia adalah seorang penulis skenario untuk acara televisi. Namun dia memutuskan berhenti bekerja. Sejak itu, dia hanya keluar rumah secara minimal, kalau ada perlu saja.
Suatu hari, Jungmin memutuskan untuk keluar rumah. Karena panasnya cuaca Agustus itu, dia ingin berhenti di sebuah kafe. Untuk minum, juga untuk mencari AC. Masuklah dia ke dalam satu pintu di antara jajaran kafe yang ada. Ternyata itu bukan kafe, melainkan sebuah studio tembikar.
Johee, pemilik studio, menawarkan kopi yang memang hendak disiapkannya saat itu untuk menemani waktu istirahat. Sambil minum, mereka pun berbincang. Johee mengundang Jungmin mengikuti workshop pembuatan tembikar yang diadakan di studionya.
Jungmin yang tertutup, awalnya ragu. Namun kemudian dia memutuskan untuk mencoba. Dia pun berkenalan dengan peserta workshop lainnya yang berbagai usia, kerabat mereka, dan bahkan bertemu dengan seorang kawan lama. Tak lupa, ada juga Hoya, si kucing.
Perlahan Jungmin mulai aktif mengelola media sosial studio yang ternyata bernama Soyo. Soyo jadi lebih dikenal. Jungmin pun terkena imbas positifnya. Namun sayang, Johee ternyata berniat menutup Soyo dan kembali menjadi seniman tembikar, tidak lagi mengajar.
Kosa Kata Tembikar
Ada banyak feel good novel yang saya baca belakangan ini (Ya, belum diulas. Ada setumpuk "utang" mengulas bacaan dari Desember 2025). Kafe, toko buku, binatu otomatik, toko penjual mimpi, kota hujan fantastis, ... dan kali ini studio tembikar jadi pilihan Yeon Somin sebagai latar bukunya. Jujur, karena latar itu, saya tak ikut mengantri meminjam di DLKL. Eh, malah dapet tanpa antri!
Memang pada dasarnya tak banyak yang mengantri juga sih—saya sempat memperpanjang masa pinjamnya dengan mudah. Mungkin banyak juga yang berpikiran sama dengan saya: manalah saya ngerti soal tembikar!? Dan setelah membacanya, saya merasa ada hal-hal yang tak saya tangkap sepenuhnya.
Firing pottery is like lighting a fire in your heart
(Chapter "Emerging from the Cave")
Jelas, beberapa istilah spesifik tentang pembuatan tembikar—dan bahkan saya tak yakin apakah tepat penggunaan kata "tembikar"—tak saya mengerti. Berbahasa Inggris pula kan!? Sayang sekali penerjemah Clare Richards tidak menyediakan lampiran glosarium, yang meski tentunya berbahasa Inggris, tapi paling tidak bisa cukup menjelaskan.
Beruntung saya membacanya dalam versi digital di DLKL. Over Drive menyediakan semua opsi termasuk kamus, di browser sekalipun. Lumayan. Meski tetap saja untuk menangkap makna tersiratnya, itu cerita lain lagi.
Tentang nama studio Soyo, misalnya. Memang sempat disinggung dalam cerita. Namun saya baru benar-benar "ngeh" saat membaca bab "Author's Note". Saya pun jadi mencari informasi dan mendapati bahwa Yeon Somin dalam kesehariannya merupakan seorang penulis skenario televisi—yang masih aktif!—yang suka membuat tembikar di waktu luangnya!
Mulai Pra Remaja
Novel berjudul asli 공방의 계절 ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2023. Versi bahasa Inggris yang saya baca di DLKL merupakan terbitan The Algonquin Books of Chapell Hill pada tahun 2024. Sampai saat menulis ini, saya belum menemukan versi terjemahan dalam bahasa Indonesia.
Buku ini mengandung banyak kalimat yang bisa dikutip. Layaknya buku pengembangan diri lah ya. Dan karena karakter di dalamnya mencakup berbagai usia, ada beragam kutipan yang saya rasa bisa membuat pembaca relatable.
What you study at university now, at such young age, won't seal your fate. It might actually turn out to be the starting point, opening up all sorts of possibilities.
(Chapter "Direction")
Buku ini selain membahas tentang slow down dan move on berbumbu romansa tipis, juga mencakup tema tentang persahabatan, kehilangan, relasi anak dan orang tua, serta seni pembuatan tembikar, tentunya.
Menurut saya, buku ini bisa dibaca mulai dari usia pra remaja, seperti Yeri, karakter termuda di dalamnya.

Komentar
Posting Komentar