Chats sur Ordonnance — Syou Ishida
Buku Chats sur Ordonnance (猫を処方いたします) karya Syou Ishida ini adalah buku pertama yang saya beli di tahun 2026. Sudah saya lirik sejak rilis versi poche-nya Oktober 2025. Bahkan sejak pertama kali terbit versi bahasa Prancis oleh penerjemah Diane Durocher Oktober 2024.
Namun entah kenapa, setiap mau membeli, ada saja yang menghalangi. Ada periode tak bisa menemukannya di manapun padahal saya berniat menghadiahi diri untuk ulang tahun. Dan akhirnya saya membelinya malah saat sedang mengantar teman mencari buku, awal Januari lalu. (Ya, saya masih perlu memperpendek jarak antara membaca dan menulis reviu!)
Klinik Nakagyo
Ada 5 cerita dalam buku ini. Seluruhnya berlatar di Kyoto dengan pusat cerita Klinik Nakagyo yang dikelola oleh Dokter Nike dan Perawat Chitose.
Klinik ini unik. Dokter Nike, tidak meresepkan obat kepada pasien yang berkonsultasi padanya. Pasien akan pulang dengan membawa kucing, dengan "dosis" yang berbeda!
Shûta yang tak bahagia di tempat kerjanya, pulang bersama Bee, seekor kucing betina, selama satu minggu. Kogi yang tak bisa berkomunikasi dengan istri dan anak perempuannya membawa pulang Marugo selama 10 hari.
Aoba yang baru berusia 10 tahun meminta Megumi, ibunya, menemaninya berkonsultasi. Mereka pulang membawa Yuki yang mirip sekali dengan seekor kucing yang pernah dikenal Megumi pada usia Aoba.
Tomoka pulang membawa Tank. Berbeda dengan yang dideskripsikan Dokter Nike, kucing ini sangat tenang. Saat Tomoka meminta perpanjangan resep, Dokter Nike mendapati bahwa perawat Chitose memberinya kucing yang salah. Dia pun meresepkan Tank yang benar, di samping Tangerine, nama kucing yang sudah berada di rumah Tomoka.
Abino yang mendengar cerita Tomoka pun tertarik. Dari Klinik Nakagyo, dia pulang membawa Mimita. Namun Abino masih terkenang dengan kucingnya yang hilang.
Kuciiing!
Sebenarnya, saya masih dalam periode "lelah" dengan feel good novel. Tapi buku ini menarik saya. Tentu saja, yang pertama, karena tema kucingnya!
Cerita pertama dan kedua tak saya lihat kaitannya. Memasuki cerita ketiga, saya melihat indikasi adanya benang merah yang kemudian dikonfirmasi pada cerita keempat dan kelima.
Sebelum membaca, saya mengira bahwa buku ini adalah feel good novel dengan muatan pengembangan diri "standar". Perenungan, penyelesaian masalah psikologis, relasi dengan kolega, hubungan antar pasangan, orang tua dan anak, ... Dan memang semua itu ada di dalamnya dengan tambahan tema kehilangan dan beranjak dari kedukaan.
Semua pasien "sembuh" berkat kucing. Namun semua harus melepaskan kucing yang diresepkan saat periode pengobatan selesai. Setidaknya, tak ada satupun karakter yang tetap menjaga "kucing obatnya" di akhir cerita.
Ada kucing yang harus melanjutkan tugas berikutnya. Ada kucing yang harus dikembalikan ke tempat penampungan dan harus dijemput untuk bisa mengadopsinya. Ada pula kucing yang sebenarnya bisa langsung diadopsi, eh malah sang pasien yang berhalangan melakukannya.
Saat mulai membaca, saya menangkap adanya unsur fantastis. Sedikit demi sedikit, unsur ke sana dimasukkan. Sampai kemudian dikonfirmasi di akhir buku, meski tak secara eksplisit. Dan ini membuatnya berbeda dibanding feel good novel yang lain.
Menghibur
Buku setebal 312 halaman ini pertama kali terbit di Jepang pada tahun 2023. Sampai saat saya menulis ini, saya belum menemukan versi bahasa Indonesianya.
Buku ini ringan dan menghibur, bisa dibaca mulai pra remaja. Konflik yang ditampilkan di dalamnya lebih ke konflik orang dewasa yang mungkin belum bisa ditangkap oleh pembaca lebih muda. Pecinta kucing sekalipun!
Versi poche dari Chats sur Ordonnance dirilis bersamaan dengan terbitnya buku kedua Syou Ishida dalam bahasa Prancis yang mengambil judul Un Chat Matin, Midi et Soir, berbeda dengan judul aslinya dalam bahasa Jepang yang hanya menambahkan angka "2" untuk membedakannya dari buku pertama.
Dari cuplikan yang dilampirkan di akhir buku pertama, latar cerita masih di Kyoto. Apakah masih dengan Dokter Nike dan Perawat Chitose? Saya harus bersabar menunggu rillis versi poche-nya!

Komentar
Posting Komentar