Teori Tawa dan Cara-cara Melucu Lainnya

Buku Teori Tawa dan Cara-cara Melucu Lainnya adalah satu lagi dari sekian buku yang saya antri sejak lama di iPusnas. Seingat saya, buku karya Kai Elian ini direkomendasikan oleh salah satu akun Instagram yang dimiliki grup Gramedia. Entah akun yang mana. Entah dalam rangka apa. Kemungkinan sih rekomendasi buku-buku bertema komedi.

Kuma dan Bo

Menceritakan tentang Kumala, putri sulung dari pasangan pelawak senior Koko Komika dan presenter terkenal Keke Kumalasari. Masalahnya, berbeda dengan Kaka yang Youtuber dengan 14 juta subscriber atau Kiki yang baru 11 tahun tapi sudah sering ikut papanya show dan memiliki banyak penggemar, Kumala tidak bisa melawak!

Keluarga Komika berencana membuat acara spesial yang mewajibkan Kuma untuk tampil. Kuma mencari berbagai cara untuk meningkatkan kemampuannya melucu. Salah satunya adalah bergabung dengan Kafe Ceria tempat berkumpulnya komunitas stand-up.

Di kafe itu Kuma bertemu dengan Bonaventura. Bo tidak bisa tertawa! Kuma pun tertantang untuk membuatnya tertawa. Kuma yakin, kalau Bo bisa tertawa atas lawakannya, siapapun akan tertawa!

Dua Sudut Pandang

Di awal, saya cukup kaget saat membaca Prolognya. Lho? Kok depresif begitu? Latarnya pun rasanya salah, deh!

Masuk Bab 1, oke, ini udah bener. Mungkin Prolog adalah kilas balik? Atau justru lompatan cerita di masa depan? 

Masuk Bab 2, depresif lagi. Saya mulai berpikir, ah, sepertinya ada dua sudut pandang: Bo dan Kuma. Dan dikonfirmasi di Bab 3, di mana nuansa cerita kembali seperti Bab 1.

Awalnya, penceritaan sudut pandang Kuma dan Bo tidak terlihat irisannya. Baru di Bab 5, saat mereka bertemu, cerita mulai terasa kesatuannya. Alirannya nyaman, enak dibaca. Saya bisa menyelesaikan buku 288 halaman ini dalam sekali pinjam.

Kesehatan Mental

Dalam perjalanan membaca, saya dibuat banyak tertawa, seperti harapan saya saat meminjam buku ini. Yang tak saya sangka, saya juga dibuat geram, sedih, ngeri, ... 

Ringannya proses belajar melawak Kuma, yang disampaikan dengan bahasa sederhana sehari-hari, ternyata diiringi dengan tema permasalahan mental. Ada adegan bunuh diri yang cukup detil, percobaan bunuh diri meski gagal, perundungan, ... Di akhir buku, penulis mengingatkan pembaca agar menyikapi isi cerita dengan bijak.

Seiring berjalannya cerita, terasa adanya rahasia-rahasia yang terpendam. Rahasia yang menambah asiknya membaca karena penasaran dan menduga-duga. Rahasia yang besar, rahasia yang berat. Yang terungkap satu demi satu hingga di akhir cerita.

Bukan Panduan Melawak

Jelas saya tak berharap membaca buku panduan menjadi pelawak. Setelah membaca buku lain yang penulisannya kurang apik, saya merasa puas membaca novel perdana Kai Elian ini. Apalagi ditambah konten bahwa tak hanya Bo yang perlu belajar kembali tertawa, Kuma pun perlu belajar tertawa dengan sebenar-benarnya!

Saya pun mencari buku-buku Kai Elian lainnya, dan teringat akan promosi buku Panduan Jalan-jalan Aman bersama Mama Macan 2 tahun yang lalu, yang sayangnya tak tersedia di iPusnas. Namun saya menemukan Vermilion Rain sudah ada dalam daftar antri saya!

Tapi itu cerita lain lagi!

Buku terbitan 2022 (edisi digital 2021) ini dikategorikan dalam Young Adult. Penerbit Gramedia Pustaka Utama menyarankan untuk pembaca mulai usia 17 tahun, mengingat muatan trigger warning tadi.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Je Reviendrai avec la Pluie — Ichikawa Takuji

Kita Pergi Hari Ini - Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Detektif Conan (Vol. 100) — Aoyama Gosho