Even if this Love Disappears from the World Tonight

Buku Even if this Love Disappears from the World Tonight ini dibeli Butet sejak Februari. Tak lama sesudah menonton film adaptasi Korea-nya yang berjudul hampir sama, Even if this Love Dissappears Tonight, di Netflix. Dia jadi penasaran dengan buku karya Misaki Ichijo yang menginspirasinya.

Amnesia Anterograde

Menceritakan tentang Toru yang ditantang kawan-kawannya untuk meminta Maori menjadi pacarnya. Tak disangka, siswi populer di sekolahnya itu menerimanya. Dengan syarat: tidak boleh berbincang sebelum jam sekolah berakhir, kalau berbincang tak boleh bertele-tele, dan tak boleh benar-benar jatuh cinta padanya.

Mulanya Toru tak paham. Namun kemudian Maori mengaku bahwa dia menderita amnesia anterograde: dia tak bisa mengingat apapun yang terjadi setelah kecelakaan yang menimpanya di musim panas sebelumnya. Setiap kali tidur, dia melupakan semuanya pada waktu terbangun. Memorinya terhenti hingga saat sebelum kecelakaan.

Hanya orang tua Maori, sahabatnya Wataya, dan guru-gurunya di sekolah yang mengetahui kondisi ini. Maori mencatat semua kejadian setiap harinya dalam sebuah buku harian untuk membacanya setiap pagi sebelum mulai beraktivitas. 

Toru pun menyarankan pada Maori untuk tidak mencatat kejadian hari itu. Tak perlu menuliskan bahwa Maori telah menjelaskan kondisi amnesianya. Dengan demikian, Maori tetap merasa nyaman dan tak sungkan karena Toru mengetahui bahwa dia tak mengingatnya sama sekali keesokan harinya. 

Maori mengikuti sarannya. Mereka pun melanjutkan hari-hari seperti sebelumnya. Hingga suatu saat Maori mulai bisa mengingat.

Penasaran Sepanjang Jalan

Saat menonton adaptasi Korea, saya dan Butet—ya, kami suka "nonton bareng" dan mendiskusikan tontonan kami—sepakat menemukan beberapa hal yang kurang runut. Sepertinya ada yang hilang. Memang jelas tak mungkin mengadaptasi satu buku menjadi film yang hanya 1j47m. Itupun sudah termasuk lumayan panjang kan ya!? 

Karena itulah kami penasaran dengan novel 今夜、世界からこの恋が消えても yang menginspirasinya. Novel ini terbit pertama kali di Jepang pada 2020. Kami mencari versi Prancis atau Inggris, tentunya. Dan ternyata, kami mendapatkan versi Prancisnya yang diterbitkan oleh Penerbit Delcourt pada 2024.

Butet menyatakan kesulitan membaca novel ini. Ceritanya menarik, tapi penceritaannya kurang asyik. Dan saat akhirnya saya bisa membacanya awal September lalu, saya merasakan hal yang sama.

Kami mempertanyakan apakah memang demikian gaya penulisnya? Ataukah penerjemahan Essia Mokdad yang kurang menangkap nuansa bahasa dan budaya Jepang? Entahlah. Yang jelas, membaca bukunya membuat kami terpuaskan akan segala kepenasaran. Kami menemukan aspek-aspek yang menurut kami sayang dilewatkan. 

Ah, sulit menuliskan apa yang ada dalam buku dan tak ada dalam adaptasi Korea tanpa menunjukkan spoiler. Yang jelas, novel ini tetap seru (atau malah lebih?) meski sudah menonton filmnya. Di buku kita bisa mendapatkan detil-detil yang berbeda. Ada pula detil yang membuat ceritanya makin nyambung. Atau justru makin membuat deg-degan penasaran hingga akhir cerita. Ya, meski sudah menonton filmnya!

Dari Naskah yang Meraih Penghargaan

Kami baru menemukan film adaptasi Jepangnya belakangan. Bukan karena baru berlangganan, tapi memang baru rilis di Viki bulan April. Versi Jepang ini sendiri sebenarnya sudah rilis sejak 2022. Kalau mau membandingkan, adaptasi film versi Jepang lebih dekat dengan bukunya dibanding versi Korea.

Novel ini merupakan versi pengembangan dari naskah 心は君を描くから (The Heart Draws You) yang diajukan Misaki Ichijo pada Penghargaan Novel Dengeki ke-26 dan memenangi Media Works Bunko Award 2019.

Saya lihat sudah ada buku lain dari Misaki Ichijo yang diterbitkan dalam bahasa Prancis oleh Penerbit Delcourt juga. Melihat judul Even if this Tears Disappears from the World Tonight dan sinopsisnya yang menginformasikan nama karakter plus premis cerita yang sama yang sama dengan buku sebelumnya, kok saya nggak berminat untuk membacanya ya?

Yah, lihat saja nanti. Siapa tahu ada yang membuat saya jadi tertarik juga! 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Je Reviendrai avec la Pluie — Ichikawa Takuji

Kita Pergi Hari Ini - Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Tant Que le Café est Encore Chaud — Kawaguchi Toshikazu