Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

Jacaranda — Gaël Faye

Gambar
Saat melihat Jacaranda terbit di bulan Agustus lalu, saya sudah langsung tertarik. Bukan hanya karena sampulnya yang ungu menyala, tetapi karena penulisnya, Gaël Faye , yang saya tunggu tulisannya, setelah menyukai buku pertamanya Petit Pays di tahun 2016. Saya tak terlalu kaget, saat Club Lecture memilihnya sebagai bahasan pertemuan November ini. Jadi memperkuat keinginan saya untuk membelinya. Dan saya membelinya di tabac-press (toko rokok dan koran) terdekat. Ceritanya untuk mendukung perekonomian lokal. Di hari yang sama, saya ke toko buku besar di pusat kota. Perjalanan Milan Bercerita tentang perjalanan hidup Milan, seorang anak campuran Prancis-Rwanda, sejak remaja hingga dewasa. Lahir dan besar di Prancis, Milan tidak mengenal Rwanda sama sekali. Jangankan mengajaknya ke sana. Ibunya tak pernah membicarakan tentang tanah kelahirannya itu. Sang ibu tak pernah mengajarinya bahasa ataupun budaya asal-usulnya. Tak pernah pula memasak masakan khas daerahnya. Bahkan saat ada berita...

Sepasang Elang dari Diyarbakir — Zaky Yamani

Gambar
Perjalanan Mustahil Samian dari Lisboa: Sepasang Elang dari Diyarbakir adalah buku ketiga yang saya prapesan sebelum liburan ke Indonesia . Novel ini merupakan buku kedua dari trilogi Perjalanan Mustahil Samian dari Lisboa yang pertama memikat saya dari sampulnya. Dan lalu saya terpikat dengan tulisan Zaky Yamani . Sayangnya, saya belum berhasil masuk ke bukunya yang lain yang saya berhasil saya pinjam di iPusnas. Karenanya, senang sekali saat diberitakan terbitnya buku kedua ini, pas saya bisa lekas menjemputnya. Sampulnya masih digambar cantik oleh Varsam Kurnia pula!  Sempat ragu apakah sekalian membeli buku pertama yang sebelumnya saya baca di iPusnas untuk koleksi, atau apakah membeli Kereta Semar Lembu yang meraih berbagai penghargaan—sehingga wajar saja kalau antrian di iPusnas panjang. Apa daya saldo Gopay tak sampai. Eh? Hehehe. Buku Harian Kedua Buku kedua ini merupakan transkripsi dari buku harian kedua Samiam. Profesor Barend Hendrik van Laar membelinya di Isfahan. B...

Le Café où Vivent les Souvenirs — Kawaguchi Toshikazu

Gambar
Akhirnya buku ketiga Kawaguchi Toshikazu terbit dalam versi poche di Prancis! Setelah menunggu termupeng-mupeng (apasih?) tiap kali liburan ke Indonesia melihat sampul buku Dona Dona yang bernuansa pastel manis dan senada dengan Funiculi Funicula 1 dan 2. Yah, sabar-sabar demi biar si Butet ikut membaca. Jadi nyadar kalau saya tak membuat ulasan buku kedua. Langsung ke Le Café où Vivent les Souvenirs saja yaaa. Empat Kisah Di buku ketiga ini, kita dibawa ke kafe Dona Dona di Hakodate. Seperti di dua buku sebelumnya, ada 4 kisah perjalanan melintas waktu: tiga ke masa lalu dan satu ke masa depan. Adalah Yayoi yang ingin pergi ke masa lalu untuk menemui orang tuanya. Yayoi ingin mengeluarkan kemarahannya karena mereka meninggal dunia tak lama setelah dia lahir, dan membuat hidupnya menderita. Adalah Todoroki, seorang komedian yang baru saja meraih penghargaan. Dia ingin ke masa lalu untuk menemui istrinya yang sudah meninggal dunia, mengabarkan tercapainya impian bersama mereka itu....